Beberapa hari yang lalu saya menerima SMS berantai yang isinya begini :
“Request for all muslims, don’t say “Mosque” but say “Masjid” coz Islam people has found that Mosque = Mosquitos.
Don’t write “Mecca” write correctly “Makkah” coz Mecca = house of wines.
Don’t write “Mohd” write completly as “Muhammad” coz Mohd = the dog with big mouth.
Don’t write “4JJI”, write “ALLAH SWT” coz 4JJI = 4 Judas, Jesus, Isac.
And if you want to cut “Assalamu’laikum” write “Asslmkm” not “Ass” coz Ass = donkey.
Please forward this to more muslims as you can.”
Demikianlah isi dari SMS tersebut.
Beberapa tahun yang lalu saya juga pernah dapat artikel yang berkaitan tentang hal ini. Dikirim secara massal ke email. Tapi tidak pernah saya gubris. Artikel tersebut hanya saya simpan dengan rapi saja. Berikut ini saya kutip dari artikel tersebut.
Muslim seharusnya tidak menggunakan kata “Mosque”. Suatu hari saya membaca buku berjudul “The Complete Idiot’s Guide to Understanding Islam” (Petunjuk Idiot yang Lengkap untuk Mengerti Islam). Buku tersebut berisi fakta-fakta yang lucu. Salah satunya adalah mengenai kata “Mosque”. Banyak dari kita yang berpikir bahwa ini adalah terjemahan dari bahasa Inggris untuk Masjid. Saya yakin tak ada seorangpun dari kita yang mengetahui bagaimana kata ini ada dan kemudian mempunyai kemiripan suara dengan Masjid. Kita masih sangat muda ketika kita berpikir bahwa ini hanyalah sebuah kata dalam bahasa Inggris. Saat itu kita belum berpikir kritis dan analitis, jadi tak ada keberanian untuk menanyakannya kepada guru.
Bagaimanapun buku ini menunjukkan bahwa “Mosque” diperoleh dari kata dalam bahasa Spanyol, yaitu “Mosquito” (nyamuk). Dinamakan seperti itu karena saat Perang Salib terjadi, Raja Ferdinand berkata bahwa mereka akan berangkat dan membasmi Muslim “like Mosquitos” (seperti nyamuk-nyamuk). Dimana lagi mereka dapat menemukan Muslim dalam jumlah yang cukup besar untuk dibasmi jika bukan di Masjid? Lalu tanpa rasa sungkan mereka menyebut “Masjid” dnegan “Mosque”. Jadi, saudara-saudara seiman, hindarilah penggunaan kata yang dengan jelas-jelas menunjukkan tamparan kemuakan ke wajah umat Islam. Marilah kita ganti kata itu dengan kata yang memiliki makna yang seharusnya ” Masjid ! Tempat untuk bersujud ! Bukan Mosque ! Tempat pembasmian !
Nah, mengenai kebenaran adanya buku tersebut saya juga tidak tau dan belum pernah dengar. Dan mengenai bahwa kata Mosquito berasal dari bahasa Spanyol perlu dicek lebih lanjut. Tapi apapun itu lebih baik kita tetap menggunakan bahasa Arabnya daripada bahasa-bahasa penggantinya, apalagi jikalau ternyata arti dari bahasa non-Arabnya malah menghina umat Islam seperti di atas.
Filed under: Agama, Umum | Tagged: Islam, Masjid, Mesjid, Mosque, Mosquitos, Muslim, Nyamuk



wallahu ‘alam,,, kebenaran berita tsb perlu diteliti lg
setuju klo kita mesti pake bahasa arabnya aja
mba, numpang copy paste tulisannya yah di blog ku (he he he nanti ditulis kok nama sumbernya).
Sekalian juga mau promosiin web site nya olga yang lain yaitu http://logic99store.com/
ditunggu kunjungannya
Bukankah dengan menambah silaturrahmi maka akan menambah rezeki?
Sekalian juga mau Minta Maaf dan mengucapkan Selamat Menjalankan Shoum 1429 H
IYA SEPAKAT BANGET, BUKAN BERARTI FANATIK YA TETAPI MEMILIH YANG LEBIH BAIK. MEMANG ISLAM TIDAK IDENTIK DENGAN ARAB, ARAB JUGA TIDAK OTOMATIS ISLAM. TETAPI DALAM HAL INI ISTLAH ARAB LEBIH PAS ARTI DAN MAKNANYA.
Memang klo kita orang indonesia sudah biasa pakai masjid, jadi gak terlalu masalah dan sehari2 memang nyebutnya begitu, cuman klo yg orang bule khan emang nyebutnya mosque, ini ada yg membantah klo mosque berasal dari mosquito.
http://droppingzone.multiply.com/links/item/15
Arigatou artikelnya
afwan, saya juga pernah dapat sms seperti itu, dan katanya sih hoax…
wallaahu’alam..