Fakta yang Tercatat Itu ….

Tragedi tsunami dan gempa bumi di Aceh dan Nias yang terjadi pada hari Minggu, 26 Desember 2004, secara total menghancurkan wilayah yang sangat luas dengan total garis pantai lebih dari 800 km di daratan Aceh. Ditambah dengan garis pantai yang terdapat di Pulau Simeulue, Aceh, dan Kepulauan Nias, maka bentangan kerusakan sama dengan jarak antara Jakarta dan Surabaya.

Bencana yang terjadi di Aceh dan Nias adalah bencana alam terbesar dalam sejarah modern. Total kerusakan yang terjadi adalah :

–  135.000 orang meninggal

–  500.000 orang kehilangan tempat tinggal

–  120.000 rumah hancur

–  70.000 rumah rusak


Infrastruktur dan failitas umum yang rusak akibat kedua bencana tersebut adalah :

–  14 pelabuhan

–  120 jembatan

–  3.000 km jalan

–  1.052 bangunan pemerintah

–  2.000 gedung sekolah

–  114 fasilitas kesehatan

–  20.000 ha tambak

–  60.000 ha lahan pertanian

Pada masa tanggap darurat dukungan dari dalam negeri, termasuk :

–  5.456 sukarelawan

–  124 tim medis

–  11.800 paramedis

–  493 peralatan berat

–  6.000 personil militer

Pada masa tanggap darurat dukungan dari luar negeri berasal dari 34 negara yang mengirimkan :

–  16.000 personil

–  117 tim medis

–  9 kapal induk

–  1 rumah sakit terapung

–  14 kapal perang

–  31 pesawat

–  82 helikopter

(Sumber : Serambi Indonesia tertanggal 17 Februari 2008)


Dari fakta di atas dapat dilihat bahwa ada 135.000 orang meninggal. Melihat angka yang “fantastis” ini tentulah kita berpikir daerah Aceh bakalan menjadi daerah sepi. Tapi nyatanya, saya melihat semakin hari semakin rame saja, dan lalu lintas pun sudah semakin padat. Dulu rasanya di simpang lampu merah masih lenggang, tapi sekarang wuiihhh saya yang tidak terbiasa kena macet sekarang malah harus merasakan macet di sana sini. Sebel juga sih, soalnya saya tidak suka kemacetan.


1.052 bangunan pemerintah, 2.000 gedung sekolah, dll. Memang, setelah tsunami kemanapun mata memandang bisa langsung menatap laut, tidak ada bangunan apapun di daerah dekat pantai. Tapi sekarang banyak bangunan-bangunan baru yang dibangun oleh negara luar, sekolah yang dibangun pun gak tanggung-tanggung, ada yang bertaraf international seperti sekolah yang dibangun oleh Turki dengan sistem sekolah Bilingual System. Untuk fasilitas kesehatan, malah sekarang sudah dibangun Rumah Sakit “super luas” menurut saya yaitu Rumah Sakit Meuraxa yang katanya sih (dengar-dengar) akan didatangkan dokter dari luar negeri. Trus ada lagi, tuh RSUZA (Rumah Sakit Umum Zainal Abidin) yang terletak di Kota Banda Aceh, di samping bangunan yang sudah ada sedang dibangun bangunan baru, bekerja sama dengan Jerman. Dan saya dengar-dengar sih nanti dokternya juga dari Jerman, dikontrak selama 20 tahun, plus didatangkan alat-alat super lengkap dari Jerman. Jadi, dari segi pembangunan, positif banget, mungkin kalau tidak terjadi tsunami, bangunan di Aceh akan gitu-gitu terus, bahkan ada yang gak layak pakai. Tapi kalau dilihat dari segi masyarakat, yang syariat jalan terus yang maksiat juga jalan terussssss……


Oya, banyak juga tuh orang luar yang menjadi pedagang di Aceh. Gak jarang juga kita temukan pedagang dari Pulau Jawa lho……

One thought on “Fakta yang Tercatat Itu ….

  1. Banyak yang tak kita duga, apa yang terjadi di aceh selepas bencana.
    Skenario Aceh, dah diatur tuk dapatkan Aceh Yang Lebih Baik, Aceh Yang Tenang dan Damai.
    Majulah Aceh!!!🙂
    Banyak orang jawa di Aceh?? Dagang apa aja Ray?🙂

    Banyak… salah satunya Roti Khas Bandung tuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s