Suatu Hal yang Patut untuk Kita Renungi

Wuiihhhh…. sudah lama sekali ya blog ini tak pernah diupdate. Setelah sekian lama blog ini saya telantarkan tanpa ada pengisian baru, sekarang saya ingin menambah satuuuuu postingan saja. Postingan berikut sebenarnya hanyalah catatan saya yang sekalian ingin saya share melalui blog ini. Tempo bulan yang lalu, saya membaca bukunya karangan Felix Y. Siauw yang berjudul “BEYOND THE INSPIRATION” . Dari isi buku ini, ada beberapa bagian yang ingin saya ingat selalu sehingga ada baiknya dijadikan saja sebagai catatan. Oleh karena itu, isinya saya kutip saja bulat-bulat tanpa ada kalimat saya di dalamnya. Gambar

 

Penciptaan dan Keajaiban Alam Semesta (hal. 102 – 103)

Apabila kita memperhatikan alam semesta yang kita tinggali dengan lebih dalam dan menyeluruh, kita akan mendapati banyak sekali keteraturan dan keindahan sekaligus keluarbiasaan yang ada di alam semesta. Para ilmuwan menyadari bahwa sesungguhnya manusia hidup dalam kondisi yang benar-benar sesuai untuk dirinya.

  • Gravitasi di permukaan bumi :

–  Jika lebih kuat dari sekarang , maka atmosfer menahan terlalu banyak amonia dan methana,
–  Jika lebih lemah, maka atmosfer planet akan terlalu banyak kehilangan air.

 

  • Jarak bumi dengan matahari :

–  Jika lebih jauh , maka planet akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
–  Jika lebih dekat, maka planet akan terlalu panas bagi sklus air yang stabil

 

  • Kerak bumi :

–  Jika lebih tebal , maka terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi
–  Jika lebih tipis, maka aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar

 

  • Pergantian siang dan malam :

–  Jika lebih lebih lama, maka perbedaan suhu panas pada siang dan malam hari terlalu besar
–  Jika lebih lebih cepat, maka kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi

 

  • Interaksi gravitasi bumi dengan bulan :

–  Jika lebih besar , maka efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak
–  Jika lebih kecil, maka perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim

 

  • Medan magnet :

–  Jika lebih kuat , maka badai elektromagnetik terlalu merusak
–  Jika lebih lemah, maka kurang perlindungan dari radiasi yang membahayakan dari bintang

 

  • Perbandingan antara cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima pada permukaan :

–  Jika lebih besar , maka zaman es tak terkendali akan terjadi
–  Jika lebih kecil, maka efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi

 

  • Perbandingan oksigen dengan nitrogen :

–  Jika lebih  lebih besar, maka fungsi hidup yang maju berjalan terlalu cepat
–  Jika lebih kecil, maka fungsi hidup yang maju berjalan terlalu lambat

 

  • Kadar ozon :

–  Jika lebih besar , maka suhu permukaan bumi terlalu rendah
–  Jika lebih kecil, maka suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet

 

  • Aktivitas gempa :

–  Jika lebih  sering, maka terlalu banyak makhluk hidup binasa
–  Jika lebih jarang, maka bahan makanan di dasar laut yang dihanyutkan aliran sungai tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik.

 

Mengenai lamanya kita hidup di dunia (hal 236 – 241) :

Fakta menunjukkan bukti bahwa ‘masa perantauan’ kita ini tidaklah lama. Umat manusia pada masa kekinian hidup dengan usia antara 60 – 70 tahunan. Rasulullah Muhammad saw sendiri berusia 63 tahun. Mengenai lamanya masa peranatauan kita di dunia ini, ada beberapa ayat Al-Quran yang berkisah tentangnya. Di antaranya adalah sebagai berikut :

 
“Allah bertanya : “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi ?” Mereka menjawab : “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman : “kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. Al-Mu’minuun [23] : 112 – 114)

 
“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari” (QS. An-Naazi’aat [79] : 46)

 
“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (QS. Yunus [10] : 45)

 
“Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu tempat seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya selama 50.000 tahun dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian ?” (HR. Muslim)

 
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.” (QS. Al-Ma’arij [70] : 4)

 
Dalam ayat tadi, diterangkan bahwa pada yaumil mahsyar, 1 hari disana akan terasa laksana 50.000 tahun. Apabila kita hitung berdasarkan persamaan matematis maka kita bisa mengira-ngira sebenarnya berapa lama waktu perantauan kita di dunia bila kita asumsikan kita meninggal pada usia 70 tahun.

Bila, 50.000 tahun      =  1 hari
Maka, 70 tahun          =  x hari  à x = (70 thn / 50.000 thn x 1 hari)
                         X       =  0,0014 hari  
                                  = 2 menit 1 detik

Dengan demikian, melalui perhitungan sederhana maka perantauan kita semua di atas muka bumi ini, dibandingkan relativitas waktu di padang ahsyar, hanyalah terasa selama 2 menit 1 detik. Perhitungan ini bukanlah perhitungan yang layak diperhatikan, namun yang penting adalah bahwa perhitungan sederhana ni dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa hidup kita benar-benar singkat. Perantauan kita benar-benar terbatas.

 

 

One thought on “Suatu Hal yang Patut untuk Kita Renungi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s