RAHASIA WAKTU-WAKTU SHALAT FARDHU

Diambil dari Sebuah Buku yang Berjudul : Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan China
Pengarang : Lukman Hakim Saktiawan (Guru Kungfu dan Praktisi Terapi Pengobatan Tradisional China)

Waktu-waktu shalat mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta. Waktu-waktu shalat yang kita lakukan sangat sesuai dengan kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam ilmu kesehatan China.

SHUBUH : Terapi Paru-paru

Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih. Continue reading

Advertisements

Apa Yang Dipinta dan Apa Yang Didapat

Pernahkah kita memohon sesuatu kepada Allah SWT seperti mohon diberi kekuatan, kebijaksaanaan, kemakmuran, keberanian, sabar, dll, akan tetapi yang Allah beri kepada kita malah sebaliknya? Ketika kita mendapatkan apa yang tidak kita inginkan, kita malah bertanya dalam hati, mengapa malah ini yang terjadi? Mengapa yang terjadi malah bertolak belakang dari apa yang kita minta pada Allah ? Saya pernah, dan saya sering mengalaminya.

Tapi tahukah Anda, bahwa sebenarnya do’a kita dikabulkan semuanya oleh Allah SWT, hanya saja dengan cara yang lain, bahkan terkadang dengan kondisi yang bertolak belakang dari apa yang kita harapkan. Semua itu kusadari setelah membaca sebuah tulisan seseorang yang tidak diketahui sipa penulisnya. Berikut tulisannya ….

Everything I Neededtangan-berdoa

(Semua yang Aku Butuhkan)

I asked for strength and God gave me difficulties to make me strong.
(Aku memohon kekuatan dan Allah memberikan kesulitan untuk membuatku kuat)

I asked for wisdom and God gave me problems to solve.
(Aku memohon kebijaksanaan dan Allah memberikan masalah untuk diselesaikan)

I asked for prosperity and God gave me brawn and brains to work.
(Aku memohon kemakmuran dan Allah memberiku tenaga dan otak untuk bekerja)

Continue reading

Sebutlah Masjid Kita dengan Sebutan “Masjid” Bukan “Mosque”

Beberapa hari yang lalu saya menerima SMS berantai yang isinya begini :

“Request for all muslims, don’t say “Mosque” but say “Masjid” coz Islam people has found that Mosque = Mosquitos.

Don’t write “Mecca” write correctly “Makkah” coz Mecca = house of wines.

Don’t write “Mohd” write completly as “Muhammad” coz Mohd = the dog with big mouth.

Don’t write “4JJI”, write “ALLAH SWT” coz 4JJI = 4 Judas, Jesus, Isac.

And if you want to cut “Assalamu’laikum” write “Asslmkm” not “Ass” coz Ass = donkey.

Please forward this to more muslims as you can.” Lanjut

Mengapa Aceh Digelar Serambi Makkah?

Acehku sayang Acehku malang
Jasamu besar untuk republik
Tetapi orang kurang mengenang
Nasibmu aduhai sedihnya
Setiap hari nyawa melayang
Padahal Aceh bukan Palestina
Dan yang berkuasa bukan Yahudi
  
(Abu Az-Zahra)

Negeri Aceh pada abad ke 15 M pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Makkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu.

 Pertama, Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Empat orang diantara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, Syarif Hidayatullah, dan Syeikh Siti Jenar. Continue reading

Beda Abu Lahab dengan Abu Jahal

Banyak yang menyangka kalau Abu Lahab dengan Abu Jahal itu satu orang. Sebenarnya dua orang. Abu Lahab itu paman Nabi Muhammad SAW, sedangkan Abu Jahal tidak ada hubungan darah dengan nabi. Nama Abu Lahab yang sebenarnya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, sedangkan nama Abu Jahal yang sebenarnya adalah Abdul Hakam bin Hisyam.

Tentang Abu Lahab

Ia adalah tokoh kuffar Quraisy yang sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang dibawanya. Dialah yang mempermalukan Nabi di depan umatnya dengan ucapan yang hina, “Celaka engkau hai Muhammad! Apakah ini maksudmu mengundang kami kemari?” kata Abu Lahab dengan sangat marah saat nabi sedang berkhutbah di kaki bukit. Continue reading

Andaikata Lebih Panjang Lagi

Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia, Rasulullah SAW mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah ke rumah duka untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakkal menerima musibah itu.

Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”. Istrinya menjawab, “Saya mendengar dia mengatakan sesuatu di antara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal. Apa yang dikataknnya saya tidak tahu ya Rasulullah SAW. Apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dahsyatnya sakaratul maut. Cuma ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.” “Bagaimana bunyinya?” desak Rasulullah SAW. Istri yang setia itu menjawab, “Suami saya mengatakan ‘Andaikata lebih panjang lagi…. andaikata yang masih baru…. andaikata semuanya….’ hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?” Rasulullah SAW tersenyum, “Sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru.” ujarnya. Continue reading